Kamis, 20 September 2012

Situasi Jakarta masih aman kondusif dalam pemilihan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta


 
Kabid Humas Polda Metrojaya Kombes Pol. Rikwanto

Jakarta: Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, hingga kini situasi Jakarta masih aman kondusif dalam pemilihan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta. Walapun di beberapa TPS ada perselisihan, dapat diselesaikan dengan baik.
"Sejauh yang saya monitor, situasi pencoblosan hingga penghitungan suara masih kondusif dan tertib. Alhamdulillah aman dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tetapi tidak mengganggu situasi dan kelancaran pilkada," kata Komisaris Besar Rikwanto di Jakarta, Kamis (20/9).
Gangguan kecil terjadi di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan pada pukul 08.00 WIB. Saat itu terdengar imbauan melalui pengeras suara di Masjid Nurul Yaqin, Jalan Tegal Parang 5, Mampang, yang menyerukan agar memilih pemimpin seiman, seagama, dan satu suku.
Pada pukul 07.20 WIB, di TPS 18, Kelurahan Cipete Utara, terjadi kesalahpahaman panitia dengan saksi pasangan calon nomor urut 3, karena panitia tidak membolehkan mereka masuk ke TPS dengan pakaian kotak-kotak. Lalu ditengahi aparat Babinkamtibmas setempat dan situasi pun kembali kondusif.
Pada pukul 09.30 WIB, di Jalan Guru Mugni, Kelurahan Karet Semanggi, beberapa umbul-umbul bermotif kotak-kotak dilepas dan diamankan oleh Panwas Kecamatan Setiabudi. Rikwanto menyatakan, Polda Metro Jaya juga mengerahkan 16.605 personel gabungan termasuk bantuan pasukan dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya guna mengamankan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Terkait penemuan benda mencurigakan di Pancoran, Rikwanto mengatakan, benda berupa koper hitam di bawah jembatan tol Pancoran tersebut berisi baju, celana bekas, kerupuk, dan foto copy surat-surat. "Koper tersebut ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. Saat diperiksa Tim Gegana, ternyata berisi pakaian," ujarnya. (FRD/Ant/PP)

Sumber: 
http://id.berita.yahoo.com/situasi-ibu-kota-aman-terkendali-100000685.html

Pemenang pilkada diumumkan 28 September


Jakarta, PRO-POST 
Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta akan secara resmi mengumumkan pemenang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 28 September 2012.
"Rapat pleno rekapitulasi suara akan dilangsungkan pada 28 hingga 29 September," kata anggota KPU DKI Jakarta Sumarno di Jakarta, Kamis.
Saat ini, kata dia, penghitungan masih dilakukan di tiap TPS, yang kemudian dilanjutkan ke tingkat kelurahan dan kecamatan.  "Baru setelah itu, dilakukan rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat kabupaten/kota," tambah dia.
Selanjutnya pasangan calon yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI akan ditetapkan dalam rapat pleno KPUD DKI Jakarta pada 3 Oktober 2012.
KPU juga memberikan waktu kepada seluruh pasangan calon dan tim suksesnya untuk menyelesaikan perselisihan melalui Mahkamah Konstitusi (MK) mulai 11 Oktober hingga 30 Oktober 2012.
Setelah itu, KPU Provinsi DKI Jakarta akan menyampaikan putusan MK dan penetapan pasangan calon terpilih kepada DPRD DKI mulai tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2012. Penetapan pasangan calon yang terpilih akan diumumkan pada 2 November mendatang.
Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok unggult.
Dari hasil hitung cepat Indo Barometer pasangan Jokowi-Ahok mengantongi 54,24 persen suara. Bersaing ketat dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang mengantongi 45,76 persen suara.
Sementara dari hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia, pasangan Jokowi-Ahok mengantongi 53 persen suara.
Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang mengantongi 46,25 persen suara.
Susul menyusul perolehan suara terjadi sejak awal hitung cepat yang disiarkan langsung beberapa stasiun televisi swasta itu. Joko Widodo juga mengaku sudah mendapatkan ucapan selamat dari Fauzi Bowo.
(aNT/I025/PP)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/334309/pemenang-pilkada-diumumkan-28-september

Selasa, 18 September 2012

Inilah Wajah Sutradara "Innocent of Muslims"

Foto : Nakoula (kiri) bersama Gurji (nick stern)
Foto : Nakoula (kiri) bersama Gurji (nick stern)
CALIFORNIA - Untuk pertama kalinya, wajah sutradara film kontroversi Innocent of Muslims, Nakoula Basseley Nakoula, muncul di publik. Dalam foto yang baru saja muncul, pria berusia 55 tahun itu terlihat sedang duduk di samping aktris bernama Anna Gurji.
Pria yang juga dikenal dengan nama Sam Bacile itu sedang menjalani pemeriksaan oleh polisi di Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Nakoula tidak ditahan di penjara. Pria itu juga bersedia untuk menjalani pemeriksaan.
Nakoula adalah seorang warga Kristen Koptik Mesir yang saat ini tinggal di California. Pria itu sempat menjadi terdakwa atas kasus narkoba dan sempat mendekam di penjara pada 2011 lalu. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Minggu (16/9/2012).
Selain kasus narkoba, Nakoula juga dikabarkan terlibat dalam skandal bank pada 2010 lalu. Namun Nakoula dibebaskan pada Juni 2011. Sebelumnya, pria itu difoto tanpa menunjukkan wajahnya, pada saat digiring oleh kepolisian. Namun saat ini, media pun berhasil mempublikasikan foto Nakoula.
Dalam foto itu, Nakoula terlihat sedang duduk dengan Anna Gurji, aktris yang ada di film Innocent of Muslims. Gurji berperan sebagai istri Nabi Muhammad merasakan ketakutan dengan insiden itu. Gurji sendiri tidak tahu menau tentang perubahan naskah film itu.
"Saya berperan sebagai pengantin muda dari seorang pria bernama George. Saya pun tidak tahu mengapa nama George diubah dengan nama Muhammad. Saya mengurung diri di rumah saya, saya takut warga di Timur Tengah akan menyalahkan saya," ujar Gurji.
Gurji menambahkan kembali bahwa saat itu, dirinya berperan sebagai perempuan yang bernama Hilary. Film itu sendiri merupakan cerita di mana komet jatuh ke wilayah Timur Tengah, shooting film itu juga menggunakan layar hijau dan sangat murah.(AUL)
 
Sumber: 
http://international.okezone.com/read/2012/09/16/414/690566/inilah-wajah-sutradara-innocent-of-muslims

Pemakaian Ponsel di LP Jadi Celah Bisnis Para Napi.

 
 
 
Ketua DPD Gerakan Antinarkotika Cilacap, Nolly Sudrajat, mengatakan, terjadinya kasus napi yang masih tetap mengendalikan narkoba dari dalam LP di Nusakambangan, bukan merupakan barang baru. Sebelumnya pada pertengahan 2011 lalu, Hartoni, narapidana LP Narkotika di Nusakambangan juga terbukti terlibat pemakaian dan perdagangan sabu antarpulau dengan menyuap petugas LP saat itu. Setuju?. 

Panwaslu: Laporkan Soal Selebaran Gubernur ke RT-RW

Lembaran surat edaran yang diterima para ketua RT dan RW di Jakarta, Senin (17/9/2012). Surat itu berisi mengenai program pembangunan Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012.

JAKARTA, PRO-POST
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengaku belum melihat langsung buklet dan surat edaran dengan kop Gubernur DKI Jakarta yang diberikan ke pengurus RT-RW terkait pencapaian kinerja gubernur selama lima tahun terakhir. Ramdansyah meminta agar warga melaporkan kasus ini ke Panwaslu agar bisa langsung dikaji apakah termasuk pelanggaran atau tidak.

"Saya belum lihat langsung. Tolong warga melapor supaya kami dapat buktinya jangan sampai ini versi siapa. Kalau disebut ketidaknetralan PNS dan perangkat daerah, siapa yang tidak netral harus jelas," ujar Ramdansyah, Senin (17/9/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Ia mengatakan bahwa Panwaslu harus memiliki bukti permulaan dalam mengkaji potensi pelanggaran.

"Panwas bermain di fakta. Apakah itu sebuah kebenaran, kami butuh bukti dan saksi," katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, para ketua rukun tetangga dan rukun warga menerima surat dengan kop Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Surat tersebut berisi informasi tentang kinerja gubernur selama periode 2007-2012.
Surat itu dilengkapi buklet dan buku saku mengenai program-program penting Gubernur Fauzi Bowo. Program yang dimaksud antara lain mengenai transportasi, banjir, lingkungan hidup, kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. Sebagian ketua RT di Jakarta baru menerima surat edaran itu pada Senin (17/9/2012). Namun, sebagian sudah menerimanya pekan lalu.
"Saya sudah menerima surat itu sebelumnya. Memang benar ada surat edaran dilengkapi dengan buklet dan buku saku," tutur Ketua RW 06, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Agus Djumbaniono.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengaku penyebaran surat edaran itu merupakan tugas seorang gubernur yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007.
"Sudah merupakan kewajiban saya memberi informasi kepada warga Jakarta mengenai pekerjaan yang telah saya lakukan dalam lima tahun terakhir," kata Fauzi.

Politisi PKS: Hukuman Mati Beri Efek Jera Koruptor

Politisi PKS: Hukuman Mati Beri Efek Jera Koruptor
SERAMBI/BUDI FATRIA/BUDI FATRIA
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersalaman dengan Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil (tengah) saat sebelum pertemuan di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (11/1). 
JAKARTA, PRO-POS
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menilai, rekomendasi Nahdlatul Ulama (NU) soal hukuman mati tidak bisa ditelan bulat-bulat.
Menurut dia, tidak semua koruptor harus dihukum mati karena tidak semuanya menikmati hasil korupsi yang dilakukannya.
“Sekarang, ada orang yang tidak melakukan korupsi tapi bisa kena dakwaan. Karena itu, harus dipilah-pilah orang yang kena hukuman mati. Selama ini, hukuman mati banyak untuk teroris dan pelaku tindakan subversif,” ujar Nasir kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Menurut anggota Komisi III DPR RI ini, dengan wacana hukuman mati, seharusnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung bisa mencegah orang untuk tidak melakukan pidana korupsi.
Pasalnya, korupsi ini sudah menjadi warisan dan masalah turun temurun sejak lama.
Penegak hukum bisa melakukan pencegahan di area APBD, area pengadaan barang dan jasa. Itu bisa dilakukan dengan membuat undang-undangnya. Sehingga penegak hukum bisa fokus melakukan pencegahan.
Diakui Nasir, selama ini pemborosan negara kerap bermula dari pengadaan barang dan jasa seperti kasus simulator.
“Makanya, kenapa enggak kalau pemerintah dan DPR RI membuat undang-undang itu. Wacana hukuman mati itu bagus, tapi mencegah orang berkorupsi itu bagus,” ungkap Nasir yang menekankan bahwa pencegahan untuk tidak terjadinya korupsi, bisa dilakukan penegak hukum di area rawan seperti di atas.
Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (16/9/2012), bulat menyetujui pemberlakuan hukuman mati terhadap koruptor dalam sidang komisi, Bahtsul Masa'il Diniyah Waqi'iyah.
Menurut peserta sidang Waqi'iyah, Otong Abdurahman, rekomendasi hukuman mati koruptor telah disepakati komisi. Disebutkan, hukuman mati boleh diputuskan pengadilan dengan mempertimbangkan berat dan ringannya pidana yang diperbuat.

Polisi Perketat Penjagaan


DIPERKETAT. Petugas Polres Banjar Kota memeriksa kartu identitas, barang bawaan dan kendaraan orang yang hendak masuk mapolres kemarin (6/9).

Terkait Surat Kaleng Bernada Ancaman
Banjar, PRO-POST
Polres Banjar Kota meningkatkan kewaspadaan. Hal itu dilakukan setelah ditemukan surat kaleng bernada ancaman yang ditujukan kepada aparat kepolisian Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, Rabu (5/9) lalu.
Seperti diketahui, Polres Banjar Kota menerima teror melalui surat. Surat kaleng berisi kecaman dan ancaman ditemukan Briptu Frino Andrian, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Banjar, di Pos Polisi Soponyono, Jalan BKR Kelurahan Mekasari Kecamatan Banjar.
Bentuk kewaspadaan yang dilakukan polres diantaranya menempatkan tiga personel bersenjata laras panjang di pintu masuk ke mapolres. Personel lain bertugas memeriksa identitas dan barang-barang yang dibawa pengunjung dan pegawai polres.
Selain memeriksa identitas dan barang bawaan, polisi mewajibkan semua pengunjung maupun pegawai yang mau masuk area polresta membuka jaket dan helm.
Pemeriksaan kendaraan roda empat lebih ketat lagi. Selain disisir dengan metal detector, sopir harus membuka kaca dan memastikan bahwa isi mobil bukan barang-barang berbahaya.
Selain memeriksa identitas, barang dan kendaraan pengunjung yang masuk ke lingkungan polres, akses masuk ke kantor korp baju coklat ini juga dibuat satu pintu. Hal ini dilakukan untuk mempersempit celah penyusupan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Kapolres Banjar Kota AKBP Sambodo Purnomo Yogo SIK, MTCP mengatakan penjagaan model seperti ini merupakan antisipasi rutin biasa yang ditingkatkan. “Kami juga perlu meningkatkan kewaspadaan, apalagi setelah ada surat kaleng bernada ancaman. Sedia payung sebelum hujan,” terang dia kepada wartawan.
Menurut alumni akademi kepolisian angkatan 1994 ini, penjagaan seperti ini bukan hanya diterapkan di polres. Di polsek dan pos-pos pelayanan kepolisian juga diberlakukan standar pengamanan yang sama.
“Kita akan memperketat penjagaan di area kepolisian, dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semua ini demi keselamatan siapa saja yang kebetulan berada di lingkungan polres,” ujarnya.
Alumni Wallongong University Australia ini juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aksi-aksi teror. Namun tetap tenang. “Jika ada orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan, jangan segan melapor ke pos polisi terdekat,” katanya.
Pantauan Radar, jumlah petugas di pos polantas yang tersebar di sejumlah titik di Kota Banjar ditambah. Polisi menempatkan setidaknya dua anggota yang salah satu diantaranya dilengkapi senjata laras panjang.
Tidak hanya itu, polisi berpakaian preman ditempatkan di beberapa pos polisi yang berada di pusat keramaian, seperti di Pos Polisi Alun-alun, Pos Polisi Soponyono dan Pos Polisi Pasar Banjar. (kun/PP)**
Sumber:
http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23135:polisi-perketat-penjagaan&catid=76:hot-topic&Itemid=171